Total Tayangan Laman

ET 1

Enviro_Teknika Consultant Merupakan Salah Satu Perusahaan Yang Bergerak Dalam Bidang Konsultan Lingkungan Resmi.

ET 2

Mitra Dalam Pembangunan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.

ET 3

Menawarkan Kerja Sama Pada Pihak Pemerintah dan Pihak Swasta Dalam Bidang Environmental Enginering, Study dan Monitoring.

ET 4

Alamat Komplek Guntung Paikat Permai No 32 Kelurahan Guntung Paikat Banjarbaru Kalimantan Selatan - Contact Person : Ainal Muttaqin (087815874274).

Kamis, 20 Februari 2014

Buruan Dapatkan Saham Gratis dari Globallshare Milik Google

Buruan Dapatkan Saham Gratis Dari Globallshare Milik Google

Cara Dapatkan Saham Gratis dari Globallshare Milik Google

Setelah daftar cek email kalian untuk mengaktifkannya..ok
disini akan saya jelaskan tentang globallshare aja ya :
Diharapkan membaca sampai selsai membacanya dan mendaftar
Buruan Dapatkan Saham Gratis Dari Globallshare Milik Google

Register Globallshare

Globallshare

Buruan Dapatkan Saham Gratis Dari Globallshare Milik Google
Buruan Dapatkan Saham Gratis Dari Globallshare Milik Google
GlobAllShare adalah situs jaringan sosial dunia mewujudkan pendapatan dari beberapa miliaran dolar setiap tahun dengan mengaktifkan semua gratis penggunaan situs Web mereka bagi pengguna mereka.
Globallshare sama juga halnya dengan facebook yang merupakan situs jejaring sosial
Buruan Dapatkan Saham Gratis Dari Globallshare Milik Google

Tujuan GlobAllShare

Tujuan GlobAllShare bukan hanya untuk memungkinkan penggunaan gratis bagi pengguna, tapi untuk membuat mereka merasa komunitas global mereka sendiri dan dengan demikian mereka akan membentuk sebagai mereka merasa tepat. Itulah sebabnya GlobAllShare memastikan Status kepemilikan untuk setiap pengguna dalam bentuk saham gratis selama tahap pra-organisasi.
Buruan Dapatkan Saham Gratis Dari Globallshare Milik Google

Keuntungan GlobAllShare

Setiap anggota GlobAllShare, yang bergabung dengan masyarakat selama tahap pra-organisasi dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan global daripadanya, mungkin mendapatkan saham GlobAllShare terus semua cuma-cuma dan setiap bulan akan menerima dividen dari laba global dalam proporsi saham yang dimiliki setelah usaha ini diluncurkan.
GlobAllShare berbagi keuntungan global dengan para penggunanya, yang telah memberi kontribusi pada pertumbuhan global dan menyebarkan selama periode pra-organisasi.
Setelah usaha itu diluncurkan pemegang saham GlobAllShare akan menerima setiap bulan dividen mereka dari 70% dari laba global dalam proporsi saham yang dimiliki, sehingga setiap pemegang saham akan mendapatkan penghasilan bulanan yang konstan.
Tapi pemegang saham GlobAllShare tidak akan hanya mendapatkan dividen bulanan, tetapi juga dapat menjual saham mereka pada nilai nominal, mendapatkan jumlah yang langsung dan besar dengan cara ini.
Dapatkan saham Anda sendiri
Anda juga bisa mendapatkan saham Anda dalam komunitas GlobAllShare hanya selama tahap pra-organisasi. Yang perlu Anda lakukan adalah untuk mengundang teman-teman dan kenalan ke website GlobAllShare itu.
Jika Anda telah mengundang 5 teman-teman Anda berhasil, Anda akan mendapatkan 1 GlobAllShare saham langsung. Tetapi Anda tidak mungkin hanya mendapatkan saham setelah mengundang kenalan Anda sendiri, tapi setelah setiap pengguna lanjut diundang oleh teman-teman Anda juga, apalagi setelah kenalan teman ‘juga, karena melalui 7 tingkat berikutnya setelah masing-masing teman Anda, yang menyadari 5 undangan sukses Anda juga akan mendapatkan 1 share lebih GlobAllShare.
Jika Anda telah mengundang 5 teman-teman Anda berhasil, Anda akan mendapatkan 1 GlobAllShare saham langsung. Tetapi Anda tidak mungkin hanya mendapatkan saham setelah mengundang kenalan Anda sendiri, tapi setelah setiap pengguna lanjut diundang oleh kenalan Anda juga, apalagi setelah kenalan teman ‘juga, karena melalui 7 tingkat berikutnya setelah masing-masing teman Anda, yang menyadari 5 undangan sukses Anda juga akan mendapatkan 1 share lebih GlobAllShare.

Penghasilan GlobAllShare

Setelah minat Anda dalam komunitas global GlobAllShare Anda mungkin memiliki penghasilan bulanan yang terus-menerus, karena Anda dibayar dividen dari laba global dalam setiap bulan, dalam proporsi jumlah saham yang Anda miliki.
Jika Anda telah mengundang 5 teman-teman Anda ke komunitas GlobAllShare berhasil dan teman diundang juga mengajak 5 teman-teman mereka dalam 7 tingkat berikutnya setelah Anda, maka Anda mungkin akan berhak atas dividen berikut dalam setiap bulan.
level 1 5 mengundang 1 GAS saham
level 2 25 mengundang 5 GAS share
level 3 125 mengundang 25 saham GAS
level 4 625 mengundang 125 saham GAS
level 5 3 125 mengundang 625 saham GAS
level 6 15 625 mengundang 3 saham 125 GAS
level 7 78 125 mengundang 15 625 saham GAS
Jumlah saham 19,531 GAS
Sesuai dengan contoh, Anda mungkin mendapatkan sama sekali 19.531 GlobAllShare saham beralasan, setelah itu Anda akan membayar dividen bulanan setelah peluncuran global usaha. Jika, misalnya, Anda dibayar hanya $ 0,25 dividen dari laba global bulan, Anda akan mendapatkan $ 5.000 per bulan. Anda bahkan mungkin mendapatkan dividen bulanan $ 0,5 atau $ 1,0 setelah setiap saham Anda, dengan demikian penghasilan bulanan sebesar $ 10.000 atau $ 20.000 dapat dengan mudah dihasilkan.
Anda dapat memonitor jumlah dan nilai saham Anda serta jumlah dividen bulanan Anda di WebOffice secara permanen.
Uang instan
Sebagai anggota dari komunitas GlobAllShare Anda mungkin tidak hanya mendapatkan penghasilan bulanan dalam bentuk dividen, tetapi sejumlah besar uang juga karena Anda dapat menjual saham Anda segera.
Setelah peluncuran global usaha ini, Anda dapat menjual saham Anda pada nilai nominal, sehingga membuat sejumlah besar uang langsung. Mari kita ambil contoh: jika nilai nominal saham adalah $ 10 setelah meluncurkan bisnis dan sesuai dengan contoh di atas Anda memiliki 19.531 saham GlobAllShare, Anda dapat menjual mereka untuk sama sekali $ 195.531, sehingga Anda mendapatkan jumlah besar segera. Jelas, nilai nominal saham dapat dengan mudah mencapai $ 20 atau $ 40 per saham, tergantung pada jumlah orang yang menggunakan portal komunitas GlobAllShare di seluruh dunia.
Perlu dicatat bahwa pengguna dapat membeli saham GlobAllShare hanya selama masa pre-organisasi sesuai dengan kinerja mereka, oleh karena itu, pada saat peluncuran global usaha hanya mereka akan memiliki saham yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan GlobAllShare.
Setelah inisiasi usaha tidak ada saham lebih lanjut akan dikeluarkan, sehingga saham dapat dibeli dari mereka secara eksklusif yang terlibat dalam pembentukan global jaringan dan menerima saham atas kontribusi mereka.

Cara Daftar Globallshare

Tertarik untuk mendapatkan saham gratis Globallshare milik google, silahkan klik di bawah ini 

 
Semoga bermafaat postingan Globallshare Milik Google ini

Selasa, 21 Januari 2014

Juklak Corporate Social Responsibility (CSR) Bidang Lingkungan



Salah satu ciri perusahaan berumur panjang adalah perusahaan yang sensitif terhadap lingkungan, selaras dan adaptif terhadap dinamika masyarakat sekitarnya. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu instrumen inovatif yang dapat membantu perusahaan untuk peka dan adaptif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Oleh karenanya salah satu agenda penting adalah bagaimana mengarusutamakan isu lingkungan serta pembangunan berkelanjutan ke dalam pelaksanaan CSR perusahaan, dengan terjalinnya sinergi dan kemitraan yang baik antara perusahaan, LSM, Pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat lainnya, sehingga bisa berkontribusi pada upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan.

Buku Petunjuk Pelaksanaan CSR Bidang Lingkungan yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup melalui Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, merupakan pelengkap dari Pedoman CSR Bidang Lingkungan yang diluncurkan tahun 2011, yang mencantumkan 7 (tujuh) alternatif bidang kegiatan CSR Lingkungan yaitu: (1) Produksi bersih (2) Kantor ramah lingkungan (3) Konservasi SDA dan energi (4) Pengelolaan limbah dengan 3R (5) Energi Terbaharukan (6) Adaptasi perubahan Iklim dan (7) Pendidikan Lingkungan Hidup. Kedua dokumen kebijakan merupakan voluntary initiative dari  KLH  untuk menginspirasi dunia usaha yang memiliki komitmen tinggi melaksanakan CSR, sehingga dapat bertransformasi menjadi corporate with World Class CSR dengan sensitivitas dan kemampuan adaptif memadai terhadap lingkungan sekitar.

Keberadaan dokumen ini lebih ingin mendorong penyelenggaraan CSR yang berkontribusi pada pencapaian sustainable development dengan menempatkan CSR dalam semesta tripple bottom line, yang melingkupi aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Meski judulnya tertulis CSR Bidang Lingkungan, tetapi persoalan yang disasar tidak hanya persoalan lingkungan, melainkan termasuk isu sosial dan ekonomi. “Terminologi lingkungan hanya sebagai entry point saja.

Sebagai sebuah konsep yang saat ini cukup populer dalam diskursus akademik, bisnis, maupun tataran kebijakan, Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki tafsir yang beragam mulai dari definisi, pendekatan, hingga bentuk atau penerapannya di lapangan. Hal tersebut kerap membuat kebingungan berbagai pihak yang berkepentingan. Walaupun pemerintah telah mencoba membuat regulasi terkait CSR yaitu tentang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) bagi Perseroan Terbatas, namun pada kenyataanya belum ada konsensus dalam pendefinisian CSR , baik di Indonesia mapun di negara-negara lain. Beragamnya tafsir dan pemahaman tentang CSR ini berdampak pada pelaksanaan CSR perusahaan. Ada perusahaan yang pelaksanaan CSR-nya direncanakan, diimplementasi dan dievaluasi dengan baik secara profesional. Sementara itu ada juga perusahaan yang melaksanakan CSR ala kadarnya.  Sehingga di lapangan ada perusahaan yang CSR-nya baik, tapi dalam praktiknya masih merusak dan merugikan lingkungan dan masyarakat.

Beragamnya tafsir mengenai CSR lah yang pada akhirnya membuka peluang masing-masing pihak dalam mendefinisikan CSR  berdasarkan kepentinganya. Dimana hal ini kemudian menjadi dasar munculnya inisiatif atau bentuk intervensi yang justru terkadang kontraprodukstif dan berlawanan dengan prinsip utama CSR sebagai wujud komitmen perusahaan pada perilaku bisnis yang etis untuk meningkatkan kualitas hidup  dari para pemangku-kepentingan, serta berkontribusi pada keberlanjutan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, sebagai bagian dari proses pembangunan berkelanjutan.

Pedoman dan Petunjuk pelaksanaan CSR bidang Lingkungan sebagai salah satu instrumen yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam mengembangkan kegiatan CSRnya  sudah di sosialisasikan kepada dunia usaha meliputi area 5 (lima) PPE (Pusat Pengelolaan Ekoregion): Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sumapapua dan Bali Nusra. Sejalan dengan itu, pada tahun 2012 juga dilakukan asesmen untuk mendapatkan model pelaksanaan CSR Bidang Lingkungan yang telah dilaksanakan oleh dunia usaha secara sistemik dan terintegrasi. Penggalian di beberapa perusahaan yang bersedia secara sukarela dan telah mendapatkan penilaian Proper kategori hijau dan emas, menghasilkan 10 (sepuluh) perusahaan dengan potret penerapan siklus pembentukan dan penerapan sistem terintegrasi CSR bidang lingkungan.

Namun demikian, upaya ini masih perlu ditingkatkan bersama dengan para pemangku kepentingan terkait CSR guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Tahun 2013 direncanakan untuk melanjutkan kegiatan serupa untuk memberikan inspirasi dan mendorong komitmen dunia usaha dalam mengarusutamakan lingkungan dalam CSRnya.

Download Buku:
  1. Buku Petunjuk Pelaksanaan CSR Bidang Lingkungan 2012 (pdf)
  2. Pedoman CSR Bidang Lingkungan yang diluncurkan tahun 2011 (pdf) 

Sumber :
http://www.menlh.go.id/juknis-corpoate-social-responsibility-csr-bidang-lingkungan-pelengkap-pedoman-csr-2011/
Salah satu ciri perusahaan berumur panjang adalah perusahaan yang sensitif terhadap lingkungan, selaras dan adaptif terhadap dinamika masyarakat sekitarnya. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu instrumen inovatif yang dapat membantu perusahaan untuk peka dan adaptif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Oleh karenanya salah satu agenda penting adalah bagaimana mengarusutamakan isu lingkungan serta pembangunan berkelanjutan ke dalam pelaksanaan CSR perusahaan, dengan terjalinnya sinergi dan kemitraan yang baik antara perusahaan, LSM, Pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat lainnya, sehingga bisa berkontribusi pada upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan.
Buku Petunjuk Pelaksanaan CSR Bidang Lingkungan yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup melalui Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, merupakan pelengkap dari Pedoman CSR Bidang Lingkungan yang diluncurkan tahun 2011, yang mencantumkan 7 (tujuh) alternatif bidang kegiatan CSR Lingkungan yaitu: (1) Produksi bersih (2) Kantor ramah lingkungan (3) Konservasi SDA dan energi (4) Pengelolaan limbah dengan 3R (5) Energi Terbaharukan (6) Adaptasi perubahan Iklim dan (7) Pendidikan Lingkungan Hidup. Kedua dokumen kebijakan merupakan voluntary initiative dari  KLH  untuk menginspirasi dunia usaha yang memiliki komitmen tinggi melaksanakan CSR, sehingga dapat bertransformasi menjadi corporate with World Class CSR dengan sensitivitas dan kemampuan adaptif memadai terhadap lingkungan sekitar.
Keberadaan dokumen ini lebih ingin mendorong penyelenggaraan CSR yang berkontribusi pada pencapaian sustainable development dengan menempatkan CSR dalam semesta tripple bottom line, yang melingkupi aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Meski judulnya tertulis CSR Bidang Lingkungan, tetapi persoalan yang disasar tidak hanya persoalan lingkungan, melainkan termasuk isu sosial dan ekonomi. “Terminologi lingkungan hanya sebagai entry point saja.
Sebagai sebuah konsep yang saat ini cukup populer dalam diskursus akademik, bisnis, maupun tataran kebijakan, Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki tafsir yang beragam mulai dari definisi, pendekatan, hingga bentuk atau penerapannya di lapangan. Hal tersebut kerap membuat kebingungan berbagai pihak yang berkepentingan. Walaupun pemerintah telah mencoba membuat regulasi terkait CSR yaitu tentang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) bagi Perseroan Terbatas, namun pada kenyataanya belum ada konsensus dalam pendefinisian CSR , baik di Indonesia mapun di negara-negara lain. Beragamnya tafsir dan pemahaman tentang CSR ini berdampak pada pelaksanaan CSR perusahaan. Ada perusahaan yang pelaksanaan CSR-nya direncanakan, diimplementasi dan dievaluasi dengan baik secara profesional. Sementara itu ada juga perusahaan yang melaksanakan CSR ala kadarnya.  Sehingga di lapangan ada perusahaan yang CSR-nya baik, tapi dalam praktiknya masih merusak dan merugikan lingkungan dan masyarakat.
Beragamnya tafsir mengenai CSR lah yang pada akhirnya membuka peluang masing-masing pihak dalam mendefinisikan CSR  berdasarkan kepentinganya. Dimana hal ini kemudian menjadi dasar munculnya inisiatif atau bentuk intervensi yang justru terkadang kontraprodukstif dan berlawanan dengan prinsip utama CSR sebagai wujud komitmen perusahaan pada perilaku bisnis yang etis untuk meningkatkan kualitas hidup  dari para pemangku-kepentingan, serta berkontribusi pada keberlanjutan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, sebagai bagian dari proses pembangunan berkelanjutan.
Pedoman dan Petunjuk pelaksanaan CSR bidang Lingkungan sebagai salah satu instrumen yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam mengembangkan kegiatan CSRnya  sudah di sosialisasikan kepada dunia usaha meliputi area 5 (lima) PPE (Pusat Pengelolaan Ekoregion): Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sumapapua dan Bali Nusra. Sejalan dengan itu, pada tahun 2012 juga dilakukan asesmen untuk mendapatkan model pelaksanaan CSR Bidang Lingkungan yang telah dilaksanakan oleh dunia usaha secara sistemik dan terintegrasi. Penggalian di beberapa perusahaan yang bersedia secara sukarela dan telah mendapatkan penilaian Proper kategori hijau dan emas, menghasilkan 10 (sepuluh) perusahaan dengan potret penerapan siklus pembentukan dan penerapan sistem terintegrasi CSR bidang lingkungan.
Namun demikian, upaya ini masih perlu ditingkatkan bersama dengan para pemangku kepentingan terkait CSR guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Tahun 2013 direncanakan untuk melanjutkan kegiatan serupa untuk memberikan inspirasi dan mendorong komitmen dunia usaha dalam mengarusutamakan lingkungan dalam CSRnya.
- See more at: http://www.menlh.go.id/juknis-corpoate-social-responsibility-csr-bidang-lingkungan-pelengkap-pedoman-csr-2011/#sthash.V23Zp27e.dpuf

Rabu, 21 November 2012

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2012 Tentang Keterlibatan Masyarakat Dalam AMDAL dan Izin Lingkungan

Satu lagi Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup yang diterbitkan pada tahun 2012, yaitu peraturan teknis terkait terbitnya PP Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan. Peraturan tersebut adalah Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang Keterlibatan Masyarakat Dalam AMDAL dan Izin Lingkungan. 

Peraturan ini mengatur tentang tata cara pelibatan masyarakat dalam proses AMDAL, dimulai dari pengumuman rencana usaha dan/atau kegiatan yang saat ini hanya dilakukan 10 (sepuluh) hari, masyarakat mana saja yang dilibatkan dalam proses AMDAL, penunjukkan wakil masyarakat yang terlibat dalam keanggotan Komisi Penilai AMDAL, dan pelaksanaan konsultasi publik.

Selain itu peraturan ini juga mengatur peran masyarakat dalam proses penerbitan izin lingkungan, dimana dalam penerbitan izin lingkungan diatur adanya pengumumam pada saat permohonan dan pesertujuan izin lingkungan.

Dengan terbitnya PermenLH Nomor 17 Tahun 2012 tentang Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses AMDAL dan Izin Lingkungan, maka Keputusan Kepala Bapedal Nomor 08 Tahun 2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam Proses AMDAL dinayatakan dicabut dan tidak berlaku.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download di bawah ini:


 
sumber : http://amdal-indonesia.blogspot.com

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan

Dengan terbitnya PP Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan, ada perubahan mendasar terhadap tata cara penyusunan dokumen Amdal. Sebelumnya dalam PP Nomor 27 Tahun 1999 tentang AMDAL, disebutkan bahwa dokumen AMDAL adalah dokumen yang terdiri dari 5 dokumen yaitu Dokumen KA-ANDAL, ANDAL, RKL, RPL dan Ringkasan Eksekutif. Tetapi dalam PP Nomor 27 Tahun 2012, dokumen Amdal hanya terdiri dari 3 dokumen saja, yaitu Dokumen KA-ANDAL, ANDAL dan RKL-RPL.

Berdasarkan hal tersebut, maka Kementerian Lingkungan Hidup telah menerbitkan PermenLH Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan. Peraturan ini mengatur tentang pedoman penyusunan AMDAL, UKL-UPL dan SPPL. Ada beberapa perubahan tata cara penyusunan Amdal dalam peraturan ini. Ada penguatan kajian dan penyederhanaan penyusunan Amdal dan UKL-UPL. Selanjutnya dengan terbitnya PermenLH Nomor 16 Tahun 2012, maka sekaligus mencabut:

1. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 08 Tahun 2006 tentang Pedoman
    Penyusunan Dokumen AMDAL
2. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2010 tentang UKL-UPL
    dan SPPL.

Untuk lengkapnya silahkan download di bawah ini:

1. PermenLH No. 16 Tahun 2012
2. Lampiran I
3. Lampiran II
4. Lampiran III
5. Lampiran IV
6. Lampiran V


sumber : http://amdal-indonesia.blogspot.com

Senin, 22 Oktober 2012

Biopori

Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Ir. Kamir R Brata, M.Sc, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.

Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.
 Ilustrasi Lubang Biopori

Download Teknik Pembuatan Lubang Biopori. KLIK...

Senin, 03 September 2012

Kebakaran Lahan Gambut

"kemarin saya melakukan perjalanan yang melewati kawasan rawa gambut dan tidak sengaja melihat adanya kebakaran lahan gambut. Dari situ saya tertarik untuk mengetahui bagaimana proses terjadinya kebakaran lahan gambut tersebut serta dampaknya terhadap lingkungan. Berikut informasi yang saya dapatkan dari sebuah sumber tentang kebakaran lahan gambut."

Selasa, 14 Agustus 2012

PETUNJUK PENULISAN JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN

Untuk mendowload petunjuk penulisan silakan KLIK

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More